Thursday, 21 October 2010

Israel Gencar Bangun Rumah di Tepi Barat

Author: yahoo.com

Job Vacancy, Indonesia Job, Job Indonesia

VIVAnews - Pemerintah Israel melanjutkan kembali pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat setelah akhir September lalu mencabut larangan (moratorium) pendirian rumah di wilayah yang masih dipersengkatan dengan Palestina itu. Pembangunan berlangsung sangat cepat, dalam tiga pekan sudah berdiri hampir 550 unit rumah baru.
Menurut pemantauan kantor berita Associated Press (AP), sejak moratorium dicabut pada 26 September lalu, Israel telah mendirikan sebanyak 544 rumah baru untuk pemukiman Yahudi di daerah Tepi Barat. Sebelumnya moratorium telah diberlakukan oleh pemerintah Israel selama 10 bulan.
Jika dibandingkan dengan pembangunan pemukiman Yahudi tahun-tahun sebelumnya, pembangunan kali berlangsung sangat cepat. Menurut data-data dari AP, pembangunan pemukiman sebelumnya hanya sekitar 2.000 rumah per tahunnya. Pada tahun 2009, hanya 1.900 rumah dan pada tahun 2008, hanya 2.100 rumah.
Angka ini menunjukkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, rata-rata pembangunan dalam tiga minggu hanyalah 115 rumah. Berarti, pembangunan tiga minggu terakhir ini lebih cepat empat kali lipat dari sebelumnya. Data ini berhasil diperoleh AP dari kunjungan ke lebih dari 120 pemukiman serta wawancara telepon dengan puluhan pemukim dan pekerja bangunan serta walikota di pemukiman tersebut.
Angka sebenarnya di lapangan dapat lebih tinggi, karena belum termasuk dengan 133 apartemen yang disebut oleh salah satu kontraktor tengah dibangun di tiga pemukiman. Menurut pengawas pembangunan pemukiman Israel, Peace Now, pembangunan malah sudah lebih dari 600 rumah.
Pembangunan pemukiman Yahudi ini kian mempersulit proses perdamaian antara Israel dengan Palestina yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Upaya perundingan bulan lalu mandek saat Palestina mengatakan akan keluar dari meja perundingan jika Israel tidak memperpanjang moratorium pemukiman.
Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah jika pembangunan pemukiman akan berpengaruh terhadap peta rencana perdamaian kedua negara. Namun, pihak Palestina mengatakan bahwa penghentian pembangunan pemukiman adalah tujuan utama proses perdamaian.
“Hal ini menunjukkan satu lagi indikator bahwa Israel tidak serius mengenai proses perdamaian, yang tujuan utamanya adalah menghentikan pendudukan atas Palestina,” ujar juru bicara Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, Ghassan Khatib.

No comments:

Post a Comment